Istri dan Sahabat
Alangkah menyenangkannya bila memiliki istri yang sekaligus juga bisa menjadi sahabat,
tempat berbagi di kala duka, dan tempat bercanda dikala suka..
suatu ketika, saya berjumpa kembali dengan teman lama semasa SMA. meski melalui dunia maya, dan percakapan telefon. seakan mem-flash back memory yang lama terkubur,
memory yang saya hampir saja melupakan "rasa" nya..
rasa apakah itu?, rasa dimana saya mempunyai hati.
tidak bisa dipungkiri, bahwa semenjak dari saat mulai berkenalan dengan istri sy yang sekarang hingga hari kemarin, perlahan tapi pasti sy lebih berkepribadian lebih keras dan tidak punya waktu untuk memikirkan perasaan orang lain., kenapa bisa begitu, faktor keadaan dan berkaitan dengan karakter istri., meski sejauh ini sy masih bisa bertahan.
kembali ke sahabat, berbicara melalui sambungan telefon soal keadaan masing-masing, sesekali diselingi canda, dan nasihat. sy seperti merasakan "HIDUP"...
oohhh..., rasa ini lama sekali tidak sy rasakan..., nikmat sekali...
setelah itu sy berfikir kenapa istri sy tidak bisa seperti ini?, apa perbedaan mereka?
1. sahabat sy anak sulung dari 3
2. sahabat sy kuliah hingga strata 1 dengan jurusan manajemen informatika
3. sahabat sy memiliki pengalaman kerja yang cukup banyak.
4. sy pikir sahabat sy ini mempunyai keimanan yang cukup tinggi, sebab ia memiliki pemikiran bahwa semua hal harus dikembalikan pada sang pencipta. entah itu buruk ataupun baik. sebab sang pencipta adalah pusat dari segala hal yang terjadi.
5. dan yang tak kalah penting adalah ia adalah sosok wanita yang dewasa dalam berfikir. keras kepala dalam mempertahankan pendirian namun yang bisa dipertanggungjawabkan..
sedangkan istri saya :
1. anak ke 2 dari 11
2. lulusan SMK dengan jurusan manajemen bisnis
3. pengalaman kerja 8 tahun bekerja ditoko
4. keimanan yang standar untuk ukuran mualaf, kurang bisa menyerap ilmu dengan baik.
5. keras kepala dengan argumen yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, dan cenderung ingin menang sendiri.,
Apakah saya jatuh cinta dengan sahabat sy sendiri ?, jawabnya adalah TIDAK, ia adalah sahabat terbaik yang pernah ada yang sy punya, dan sy pikir selamanya akan tetap begitu..
istri sy memang mempunyai banyak kekurangan, bahkan ia tak mampu mengisi kekosongan dalam hati sy. tapi saya fikir dia lah sosok yang terbaik dari Tuhan untuk saya, setidaknya saat ini.,.
bagaimana dengan sahabat sy ?, mungkin kemarin adalah hari terakhir kami berkomunikasi. sebab akan lebih baik menjaga perasaan masing2, dan sepertinya ia tak bersedia berbagi lebih dalam soal kesulitan yang sedang dihadapi..., mungkin sy hanya bisa memberikan doa terbaik, untuknya......
tempat berbagi di kala duka, dan tempat bercanda dikala suka..
suatu ketika, saya berjumpa kembali dengan teman lama semasa SMA. meski melalui dunia maya, dan percakapan telefon. seakan mem-flash back memory yang lama terkubur,
memory yang saya hampir saja melupakan "rasa" nya..
rasa apakah itu?, rasa dimana saya mempunyai hati.
tidak bisa dipungkiri, bahwa semenjak dari saat mulai berkenalan dengan istri sy yang sekarang hingga hari kemarin, perlahan tapi pasti sy lebih berkepribadian lebih keras dan tidak punya waktu untuk memikirkan perasaan orang lain., kenapa bisa begitu, faktor keadaan dan berkaitan dengan karakter istri., meski sejauh ini sy masih bisa bertahan.
kembali ke sahabat, berbicara melalui sambungan telefon soal keadaan masing-masing, sesekali diselingi canda, dan nasihat. sy seperti merasakan "HIDUP"...
oohhh..., rasa ini lama sekali tidak sy rasakan..., nikmat sekali...
setelah itu sy berfikir kenapa istri sy tidak bisa seperti ini?, apa perbedaan mereka?
1. sahabat sy anak sulung dari 3
2. sahabat sy kuliah hingga strata 1 dengan jurusan manajemen informatika
3. sahabat sy memiliki pengalaman kerja yang cukup banyak.
4. sy pikir sahabat sy ini mempunyai keimanan yang cukup tinggi, sebab ia memiliki pemikiran bahwa semua hal harus dikembalikan pada sang pencipta. entah itu buruk ataupun baik. sebab sang pencipta adalah pusat dari segala hal yang terjadi.
5. dan yang tak kalah penting adalah ia adalah sosok wanita yang dewasa dalam berfikir. keras kepala dalam mempertahankan pendirian namun yang bisa dipertanggungjawabkan..
sedangkan istri saya :
1. anak ke 2 dari 11
2. lulusan SMK dengan jurusan manajemen bisnis
3. pengalaman kerja 8 tahun bekerja ditoko
4. keimanan yang standar untuk ukuran mualaf, kurang bisa menyerap ilmu dengan baik.
5. keras kepala dengan argumen yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, dan cenderung ingin menang sendiri.,
Apakah saya jatuh cinta dengan sahabat sy sendiri ?, jawabnya adalah TIDAK, ia adalah sahabat terbaik yang pernah ada yang sy punya, dan sy pikir selamanya akan tetap begitu..
istri sy memang mempunyai banyak kekurangan, bahkan ia tak mampu mengisi kekosongan dalam hati sy. tapi saya fikir dia lah sosok yang terbaik dari Tuhan untuk saya, setidaknya saat ini.,.
bagaimana dengan sahabat sy ?, mungkin kemarin adalah hari terakhir kami berkomunikasi. sebab akan lebih baik menjaga perasaan masing2, dan sepertinya ia tak bersedia berbagi lebih dalam soal kesulitan yang sedang dihadapi..., mungkin sy hanya bisa memberikan doa terbaik, untuknya......
Komentar
Posting Komentar