Postingan

Peran TV Indonesia Dalam Kesalahan Peruntukan Pendidikan Melalui Ceramah

Apa sih maksudnya ? Indonesia melalui stasiun TV nya, gencar menyiarkan ceramah-ceramah"yang katanya" ustadz. setiap pagi disuguhkan ceramah yang menurut saya hampir tidak ada tujuan memperbaiki akhlak ummat. yang menjadi tujuannya hanya 1 yaitu rating, maka orang yang ditampilkan tidak harus mengerti dalil dan hafal Al-Quran dan Hadist, tapi cukup orang yang riang bak bencong dan dilabeli ustadz. Ceramah yang ditampilkan hampir selalu mengenai orang tua dan ibu. kenapa ?, karna bahasan masalah itu selalu bisa menyentuh hati dan mampu menaikkan rating. mereka buta dan tuli bahwa ceramah adalah bertujuan memperbaiki akhlak penontonnya, siapakah penonton ceramah di TV ? jawabannya adalah orang tua dan ibu. Sampai hari ini Anak mana yang suka menonton ceramah di TV ? jadi apa gunanya memberikan ceramah soal menjadi anak yang baik sedangkan yang menonton adalah orang tua dan ibu ? hanya menambah stigma negatif orang tua terhadap anaknya. Yang terbaik menurut saya ...

Antara Anak & Cita-Cita

Bagi saya pribadi, hidup haruslah berkesan dan memberi kesan.. Saya tidak ingin hidup hanya numpang lewat, Lahir Tumbuh Besar Sekolah Kerja Menikah Cari duit buat keluarga Anak-anak menikah Lalu meninggal Cita-cita saya sejak kecil, saya ingin membantu orang lain sebanyak-banyak nya.. Dengan cara apa ?, tentu dengan duit.. tanpa duit gimana mau membantu orang lain ? ada yang bilang dengan tenaga, pikiran, do'a.. Bagi saya itu terlalu simple, saya ingin memberikan sesuatu yang benar-benar realisitis. - Memiliki sebuah perusahaan, merekrut orang-orang baik yang membutuhkaan.. - Memiliki Minimarket disetiap kampung, yang memberi subsidi untuk keluarga membutuhkan. - Memiliki sekolah yang mendidik dan mengajarkan anak-anak menjadi generasi terbaik - Memiliki Rumah Sakit yang merekrut suster dan dokter yang baik - dan masih banyak lagi.. Terlalu besar ya cita-citanya ?, saya menilai diri saya memang berpikiran besar.. Tapi sayang sungguh sayang, cita-cita besar ta...

Istri dan Sahabat

Alangkah menyenangkannya bila memiliki istri yang sekaligus juga bisa menjadi sahabat, tempat berbagi di kala duka, dan tempat bercanda dikala suka.. suatu ketika, saya berjumpa kembali dengan teman lama semasa SMA. meski melalui dunia maya, dan percakapan telefon. seakan mem-flash back memory yang lama terkubur, memory yang saya hampir saja melupakan "rasa" nya.. rasa apakah itu?, rasa dimana saya mempunyai hati. tidak bisa dipungkiri, bahwa semenjak dari saat mulai berkenalan dengan istri sy yang sekarang hingga hari kemarin, perlahan tapi pasti sy lebih berkepribadian lebih keras dan tidak punya waktu untuk memikirkan perasaan orang lain., kenapa bisa begitu, faktor keadaan dan berkaitan dengan karakter istri., meski sejauh ini sy masih bisa bertahan. kembali ke sahabat, berbicara melalui sambungan telefon soal keadaan masing-masing, sesekali diselingi canda, dan nasihat. sy seperti merasakan "HIDUP"... oohhh..., rasa ini lama sekali tidak sy rasakan..., nikmat s...

Start yang salah akan membawa pada jalan yang salah

Menurut saya ada beberapa hal dalam hidup ini yang kita tidak bisa hanya berpasrah diri (membiarkannya mengalir). 1. Jodoh 2. Rezeki 3. Maut memang betul, ketiga hal diatas sudah ada yang mengatur. yaitu Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.  Yang perlu digarisbawahi bukanlah hasilnya, Namun makna yang lebih dalam adalah kita harus mencari keberkahannya.. 1.Jodoh = Carilah jodoh yang menentramkan maka akan membawa keberkahan 2.Rezeki = Carilah rezeki yang halal maka akan membawa keberkahan 3.Maut = Carilah pahala dan keridhoan Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  maka insha Allah Husnul Khotimah pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi soal poin 1, yaitu masalah jodoh. yang dimaksud dengan tidak memasrahkan diri dalam hal jodoh adalah dengan mengikuti kaidah dan tuntunan yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad  ﷺ ada begitu banyak hadits yang memberikan petunjuk, namun yang paling terkenal adalah : Nabi   ﷺ  bersabda : wanita dinik...

Korelasi Ibu dan Kemajuan Bangsa

Menurut saya pribadi, ada sesuatu yang salah atau minimal kurang tepat dalam Informasi yang di gemborkan media. Sudah tidak asing lagi pada masa sekarang, bila ceramah-ceramah yang ditampilkan di media baik itu televisi atau media lainnya berkutat soal masalah menghormati seorang ibu. dalam pandangan saya, topik tersebut hanya untuk menaikkan rating saja. pada hakikatnya, si penceramah tidak ambil peduli dengan sebab dan akibat yang di alami anak-anak atau kaum muda. Tidak semua ibu itu baik, dan tidak semua ibu itu jahat, lantas apa peran penceramah agama bila tidak ada insting untuk memperbaiki ini? apakah hanya untuk meraup keuntungan saja? Siapakah yang lebih penting untuk mendapatkan pendidikan moral dan keagamaan? bagi saya ibu adalah orangnya.. kenapa?, bukankah ibu itu walau bagaimanapun adalah sosok yang mulia? memang betul. tapi bila seorang ibu yang tidak mengerti cara mendidik dengan baik dan benar buat apa? kalau anaknya tidak mendapatkan pendidikan yang benar s...

Ibu

Sesuai dengan Topik blog, yaitu pengalaman yang berbeda dari kebanyakan orang. saya ingin membagi pengalaman hidup saya, seputar yang namanya Ibu. Ibu? ya ibu... Bagi kebanyakan orang ketika menyebut nama ibu, tentulah yang terbayang adalah sosok wanita yang lemah lembut, penyayang, dan penuh perhatian. meski cerewet namun tentu dapat ditolelir dengan kasih sayangnya. Sosok ibu didunia ini, selalu digambarkan dengan sangat baik. jika ada yang salah pastilah sosok ayah orangnya. Apalagi dalam agama Islam, sosok ibu digambarkan seorang manusia dengan sangat mulia sekali. bahkan disebut berkali-kali didalam hadits. Sesuatu yang sulit dipahami (untuk level pengetahuan agama rendah seperti saya), apakah benar memang sosok ibu sangat mulia sekali? Jawabnya mungkin iya (bagi orang yang memiliki ibu yang baik), dan jawabannya tidak (bagi orang yang memiliki ibu yang buruk) Tapi itulah kita, kita hanya melihat dan bereaksi terhadap apa yang tampak dan dirasa... sama seperti saya...