Korelasi Ibu dan Kemajuan Bangsa

Menurut saya pribadi, ada sesuatu yang salah atau minimal kurang tepat dalam Informasi yang di gemborkan media.

Sudah tidak asing lagi pada masa sekarang, bila ceramah-ceramah yang ditampilkan di media baik itu televisi atau media lainnya berkutat soal masalah menghormati seorang ibu. dalam pandangan saya, topik tersebut hanya untuk menaikkan rating saja. pada hakikatnya, si penceramah tidak ambil peduli dengan sebab dan akibat yang di alami anak-anak atau kaum muda.

Tidak semua ibu itu baik, dan tidak semua ibu itu jahat, lantas apa peran penceramah agama bila tidak ada insting untuk memperbaiki ini? apakah hanya untuk meraup keuntungan saja?

Siapakah yang lebih penting untuk mendapatkan pendidikan moral dan keagamaan?
bagi saya ibu adalah orangnya..

kenapa?, bukankah ibu itu walau bagaimanapun adalah sosok yang mulia?
memang betul. tapi bila seorang ibu yang tidak mengerti cara mendidik dengan baik dan benar buat apa?
kalau anaknya tidak mendapatkan pendidikan yang benar siapa yang mau disalahkan?

Masih menurut pandangan saya, kenapa Indonesia ini sulit menjadi negara maju?
sebab para penceramahnya, dan pemerintah tidak memprioritaskan pendidikan bagi calon ibu.

siapa yang bisa mencetak generasi muda yang berakhlak dan bermartabat bila tidak dimulai dari sosok seorang ibu.

kalau ibunya sendiri sudah buruk, bagaimana mengharapkan generasi penerus yang baik?

Hal tersebut sudah dirumuskan 1400 tahun yang lalu oleh Nabi Muhammad ﷺ , yang dapat kita jadikan petunjuk melalui hadits-hadits nya. 

Saya ingin mengambil garis besarnya saja, diantaranyasebagai berikut :

1. Hal yang menjadi POKOK sekali adalah, pilihlah calon ibu untuk anakmu dari wanita baik-baik, yang faham betul soal ilmu Agama, serta mengamalkannya dengan baik pula.

Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, ” (HR Bukhari-Muslim). 

2. Pilihlah wanita yang penyayang dan banyak anak (silsilahnya tidak ada yang mandul)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

3. Pilihlah wanita yang pintar dan penyabar (Sifat sabar lebih menentramkan hati, membut fikir lebih jernih dan tidak mudah emosi)

Coba tebak bagaimana pola pendidikan yang akan diterapkan istri yang tidak penyabar terhadap anak-anaknya kelak.. tentu akan melahirkan generasi-generasi yang tidak sabaran pula..

4. Pilihlah wanita yang pandai menyimpan rahasia

“Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar cintanya, dan teguh memegang rahasia….” (H.R. Thusy). - 

Seorang ibu yang tidak bisa menyimpan rahasia, bisa jadi aib keluarga dan aib anak-anaknya akan diumbar keluar rumah.., bayangkan bila itu terjadi..

5. Pilihlah wanita yang menyenangkan hati (bukan pintar membuat tertawa), tapi ketika melihatnya kita senang. seperti bersih, wangi, tidak suka cemberut atau ngambek.

“Sebaik baik istri yaitu yang menyenangkan hatimu ketika kamu lihat, taat ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi” (HR Thabrani). 

Tentu saat bekerja diluar rumah sangat tenang sekali bukan?, anak yang merupakan salah satu harta kita dijaga dengan baik oleh istri...

6. Pilihlah wanita yang peragai dan kata-katanya menyenangkan

Seorang ibu yang perangai dan kata-katanya menyenangkan, akan Insha Allah melahirkan generasi yang baik pula..

7. Pilihlah wanita yang pandai menjaga harta dan tidak boros

Lebih tenteram lagi punya istri yang pintar mengelola keuangan dengan baik, tentu akan mengajarkan pada anak pola hidup yang baik..

8. Pilihlah wanita yang sekufu (sepadan)
sekufu yang artinya sepadan, mungkin memang tidak dapat menjadi patokan bahwa dengan menikahi orang yang sepadan lantas lebih mulia. namun pandangan saya hal ini cukup penting, karena manfaatnya akan dirasakan seiring berjalannya waktu.



Bila ke 8 poin diatas rasanya seperti mencari jarum ditumpukan jerami, kembalikan pada poin 1 saja, yaitu wanita yang berilmu agama nya kuat, sebab dalam agama Islam sudah lengkap untuk sebagai pedoman hidup, dan juga soal pendidikan anak., serta yang terpenting adalah kita akan beruntung..

Komentar