Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Peran TV Indonesia Dalam Kesalahan Peruntukan Pendidikan Melalui Ceramah

Apa sih maksudnya ? Indonesia melalui stasiun TV nya, gencar menyiarkan ceramah-ceramah"yang katanya" ustadz. setiap pagi disuguhkan ceramah yang menurut saya hampir tidak ada tujuan memperbaiki akhlak ummat. yang menjadi tujuannya hanya 1 yaitu rating, maka orang yang ditampilkan tidak harus mengerti dalil dan hafal Al-Quran dan Hadist, tapi cukup orang yang riang bak bencong dan dilabeli ustadz. Ceramah yang ditampilkan hampir selalu mengenai orang tua dan ibu. kenapa ?, karna bahasan masalah itu selalu bisa menyentuh hati dan mampu menaikkan rating. mereka buta dan tuli bahwa ceramah adalah bertujuan memperbaiki akhlak penontonnya, siapakah penonton ceramah di TV ? jawabannya adalah orang tua dan ibu. Sampai hari ini Anak mana yang suka menonton ceramah di TV ? jadi apa gunanya memberikan ceramah soal menjadi anak yang baik sedangkan yang menonton adalah orang tua dan ibu ? hanya menambah stigma negatif orang tua terhadap anaknya. Yang terbaik menurut saya ...

Antara Anak & Cita-Cita

Bagi saya pribadi, hidup haruslah berkesan dan memberi kesan.. Saya tidak ingin hidup hanya numpang lewat, Lahir Tumbuh Besar Sekolah Kerja Menikah Cari duit buat keluarga Anak-anak menikah Lalu meninggal Cita-cita saya sejak kecil, saya ingin membantu orang lain sebanyak-banyak nya.. Dengan cara apa ?, tentu dengan duit.. tanpa duit gimana mau membantu orang lain ? ada yang bilang dengan tenaga, pikiran, do'a.. Bagi saya itu terlalu simple, saya ingin memberikan sesuatu yang benar-benar realisitis. - Memiliki sebuah perusahaan, merekrut orang-orang baik yang membutuhkaan.. - Memiliki Minimarket disetiap kampung, yang memberi subsidi untuk keluarga membutuhkan. - Memiliki sekolah yang mendidik dan mengajarkan anak-anak menjadi generasi terbaik - Memiliki Rumah Sakit yang merekrut suster dan dokter yang baik - dan masih banyak lagi.. Terlalu besar ya cita-citanya ?, saya menilai diri saya memang berpikiran besar.. Tapi sayang sungguh sayang, cita-cita besar ta...